Joko Widodo (ist)
intelijen – Pengamat politik Sahirul Alem mengingatkan agar Presiden Joko Widodo tidak mengganggap remeh kondisi perekomian Indonesia yang saat ini pada status krisis ekonomi. Menurut Alem, situasi krisis ekonomi saat ini sudah mirip seperti krisis 1998.
“Jokowi jangan terlalu sibuk dengan pembagian ‘kartu Saktinya’. Harus segera bertindak mengatasi krisis ekonomi sekarang ini,” kata Alem dalam pesan singkat kepada intelijen (28/06).
Menurut Alem, Jokowi harus membenahi tim ekonomi agar tidak memunculkan kekecewaan dari masyarakat. “Masyarakat sudah mulai menjerit tentang kenaikan harga kebutuhan ekonomi. Rakyat sudah muak dengan berbagai pencitraan palsu Jokowi. Bisa jadi krisis ini menjadi kejatuhan Jokowi,” ungkap Alem.
Kata Alem, yang dibutuhkan sekarang ini kebijakan yang berpihak pada rakyat. “Jokowi menaikkan BBM, ini bukan kebijakan pro rakyat karena berefek pada kenaikan kebutuhan harga pokok. Operasi pasar tidak bisa mengatasi kenaikan. Perlu kebijakan yang revolusioner agar terjadi kestabilan ekonomi,” papar Alem.
Selain itu, Alem meminta Jokowi harus banyak berkoordinasi dengan Jusuf Kalla agar tidak memunculkan kegaduhan politik. “Selama ini sering terjadi perbedaan pendapat Jokowi dan JK, sehingga menimbulkan kegaduhan politik. Ini harus ditiadakan,” pungkas Alem.
Sumber: www.intelijen.co.id/.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar